Menghadapi Dilema Broken Home, Self Injury, dan Menikah Muda. Kisah Kelamku Semoga Bisa Menginspirasimu

Menghadapi Dilema Broken Home, Self Injury, dan Menikah Muda. Kisah Kelamku Semoga Bisa Menginspirasimu

744
#InspiringStory terjadi tidak hanya karena ada sebuah cerita sedih berakhir dengan bahagia. Namun, pasti ada seseorang yang memiliki cerita sedih dan mengambil langkah yang salah lalu tidak tahu berakhir seperti apa, tergantung dari sudut pandang seseorang menyimpulkan permasalahan tersebut dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Di #InspiringStory kali ini, aku ingin membuat kamu memiliki pemikiran positif dari sudut pandang berbeda dari kisah permasalahan hidup ini. Pasti kamu mempunyai mimpi yang sempurna, ya! Punya orang tua bahagia, hidup dengan layak, punya teman banyak, punya IPK yang tinggi di kampus, dan banyak lagi. Semua orang pasti menginginkan hal-hal tersebut. Sayangnya, tidak semua orang bisa menjadi sempurna loh! Tetapi, kamu juga harus ingat bahwa di balik kesempurnaan seseorang, mereka memiliki kisah yang tidak sesempurna yang kamu bayangkan.

Lalu, haruskah kamu marah, depresi, atau kamu melakukan sesuatu dengan hal negatif ketika tidak sesuai dengan yang kamu inginkan? Ingat, semua orang memiliki permasalahan kehidupan masing-masing. Bisa saja nih, mereka yang bahagia dengan nilai tinggi, ternyata memiliki cerita menyedihkan seperti tidak memiliki pasangan hidup dan kisah cinta yang indah seperti kamu.

Nah, untuk #InspiringStory kali ini, aku ingin menceritakan pengalaman hidupku. Kamu akan tahu bahwa semua permasalahan hidup akan berakhir dengan happy ending jika kamu bisa melakukannya dengan berpikir positif.


Dibesarkan dalam keluarga broken home membuatku memilih melakukan self injury

Photo Credit : Gossip-tv

Banyak banget nih di antara kamu yang merasakan kehidupan broken home. Mungkin ada yang mengekspresikannya dengan kenakalan hingga depresi atau ada yang memilih untuk tetap diam dan ikhlas. Semua hal memang terlihat 'sah' ketika kamu mengalaminya. Tapi, aku memilih diam dan tidak banyak bercerita pada orang lain. Sayangnya, hal itu malah membuatku depresi dan menjadi self injury (menyakiti diri sendiri). Awalnya, ketika aku sedih dan sesak napas, aku merasa nyaman ketika melukai diri sendiri untuk membantuku mengurangi rasa sakit di dalam perasaanku akibat stres. Pada awalnya hanya menggunakan pensil tajam hingga berganti dengan silet. Hal itu terus aku jalani setiap aku merasa sedih dan depresi. Entah mengapa, rasa sakit yang dihasilkan dari self injury mengurangi rasa sakit akibat permasalahan hidup.

Kamu jangan pernah sekali pun meniru ini ya, Sahabat Trivia. Hal ini akan berdampak sangat besar untuk hidupmu hingga berakibat kecandua,loh!


Dampak negatif hingga bullying

Photo Credit : laformationadistance

Dari permasalahan keluarga hingga membuatku menjadi self injury, bukan berarti tidak memiliki dampak negatif. Banyak dampak negatif yang aku dapatkan. Mulai dari dijauhi oleh teman-teman hingga menjadi korban bullying. Banyak teman-temanku yang sangat takut dekat denganku karena mereka melihat ada luka kecil di pergelangan tanganku. Bukan empati, mereka malah menjauhi dan membalikkan semua fakta yang ada. Bahkan, ada yang membully dan menyebarkan berita hoax bahwa aku mencari sensasi karena patah hati. Hal tersebut membuatku menjadi depresi dan semakin merasa nyaman menjadi penderita self injury di saat tidak ada teman dan tempat untuk mengungkapkan perasaan sedih yang sedang aku rasakan.

Jika kamu memiliki teman yang memiliki kisah sama denganku, ada baiknya kamu tak perlu melakukan bullying kepadanya. Kamu tidak akan pernah tahu seberapa besar beban yang harus dia pikul.


Memilih menikah muda

Photo Credit : huffingtonpost

Setelah lulus SMA, aku berharap semua akan berubah dan kenyataan buruk yang selama ini aku hadapi juga akan berakhir. Aku bersyukur ketika dipertemukan oleh seseorang dan harus memilih untuk menikah di usia yang masih terbilang muda. Mungkin menikah muda bukanlah hal mudah, tetapi aku lebih memilih untuk pindah dari lingkungan yang memiliki aura negatif dan juga membuatku memiliki perilaku dan pikiran negatif. Lalu, aku mengambil keputusan untuk pergi dari kehidupan negatif dengan menikah muda.

Ternyata menikah muda juga tidak seperti mimpiku dan tidak membuat masalahku berakhir. Terkadang aku juga perlu menangis ketika pasangan harus jatuh bangun ketika memulai sebuah karier hingga kehadiran orang ketiga. Ajaibnya, meskipun saat konflik dan jatuh sekalipun, pasangan selalu berada di sampingku untuk mendengarkan semua cerita yang aku miliki. Dari sinilah, penyakit self injuryku berangsur menghilang. Jika dulu aku tidak bisa menghilangkannya dan terkesan kecanduan, kini seperti menghilang dan benar-benar sembuh hingga detik ini. Masalah apapun yang ada di hadapanku, pasanganku selalu memberikan semangat dan membentuk pola pikir positif untukku.


Aku percaya tetap ada hal positif di balik masalah-masalah

Photo Credit : sotskiy

Ketika kamu memiliki masalah, ubahlah dengan hal positif. Jika kamu bisa menulis, tulislah dan buat menjadi inspirasi untuk banyak orang. Jangan hanya diam dan memendamnya hingga membuatmu depresi. Depresi terjadi ketika kamu diam dan tidak ada yang bisa untuk disalurkan dan tidak kamu ungkapkan kepada seseorang. Ingat, selalu salurkan ke arah positif. Dulu, aku melampiaskan dengan bekerja part time dan melakukan hal apa saja yang bisa menyibukkan diriku.

Aku masih beruntung karena dipertemukan dengan seseorang yang bisa menarikku ke hal positif. Bayangkan jika tidak, maka kini kehidupanku masih sama berantakan dengan depresi berkepanjangan. Jadi, jangan melakukan hal yang negatif karena belum tentu kelak akan ada yang membantumu keluar dari permasalahan hidupmu.


Sekelam apapun masa lalu itu, aku bersyukur semua berakhir dengan happy ending

Photo Credit : young-diplomats

Aku berpikir kehidupanku kini happy ending karena memiliki suami yang selalu ada saat suka dan duka, anak-anak yang lucu, dan pekerjaan sesuai passion. Belajar dari pengalaman yang aku miliki, aku bisa lebih mengendalikan diri dan tidak melampiaskan permasalahanku untuk hal negatif. Yang paling utama, setidaknya aku belajar untuk tidak mempermainkan sebuah pernikahan karena perceraian hanya akan mengahapus semua mimpi indah anak-anak. Aku tidak ingin anakku menjadi seperti aku dan mengalami hal yang sama seperti yang dulu aku rasakan.

BACA JUGA


Petra Sihombing dan 5 Selebriti Indonesia Lainnya yang Raih Kesuksesan Meski dari Keluarga Broken Home

Petra Sihombing dan 5 Selebriti Indonesia Lainnya yang Raih Kesuksesan Meski dari Keluarga Broken Home

Perceraian kedua orang tuanya membuat hidup Petra terasa berat. Puncaknya adalah ketika sang ibu berpamitan dan memutuskan untuk 'pergi

Read more..

Sahabat Trivia, setiap orang memiliki permasalahan hidup. Kamu hanya bisa memilih maju atau mundur dan stay positive or negative! Jika kamu ingin berakhir baik, maka pilihlah jalan yang baik. Semoga bisa menjadi #InspiringStory ya!

#InspiringStory





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menghadapi Dilema Broken Home, Self Injury, dan Menikah Muda. Kisah Kelamku Semoga Bisa Menginspirasimu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Letta diva | @Vinaleta

Silahkan login untuk memberi komentar