Ngeri, 5 Temuan Teknologi Canggih Ini Bisa Berpotensi Jadi Bahaya Besar Jika Disalahgunakan!

photo credit: Edgy Labs

Ngeri, 5 Temuan Teknologi Canggih Ini Bisa Berpotensi Jadi Bahaya Besar Jika Disalahgunakan!

1K
Teknologi canggih bisa menyebabkan bahaya bagi kehidupan manusia, apalagi jika jatuh ke tangan yang salah.

Dewasa ini, teknologi memang terus-menerus dan tak henti-hentinya berkembang. Para ilmuwan di berbagai belahan dunia seakan tanpa jeda berlomba-lomba menciptakan maupun mengembangkan temuan-temuan baru. Mulai dari gadget super canggih, printer 3D, hingga mobil tanpa kemudi, semua diciptakan guna memudahkan kehidupan manusia. Namun, jika dilihat dan dipikirkan secara cermat, tidak semua teknologi canggih ini membawa keuntungan bagi manusia. Apabila jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab atau disalahgunakan, teknologi dapat berujung pada bahaya besar.

Nih, 5 temuan teknologi canggih yang bisa berpotensi jadi bahaya bagi kehidupan manusia dan dunia jika disalahgunakan.


1. Disguised Face Identification (DFI)

photo credit: Digital Trends

Disguised Face Identification (DFI) with Facial Key Points using Spatial Fusion Convolutional Network merupakan teknologi yang diciptakan oleh sejumlah ilmuwan dari universitas di Inggris dan India pada Agustus 2017 lalu yang kemudian dipublikasikan oleh organisasi jurnal sains airXiv. DFI dapat mendeteksi dan mengungkap wajah yang tertutup topeng atau bentuk penyamaran lain. Ada 14 titik yang kunci di wajah yang dapat diidentifikasi oleh DFI, meskipun kerja mereka dapat terhambat jika target menutup seluruh bagian wajah mereka.

Meskipun canggih dan dapat berguna untuk membantu pekerjaan pihak berwajib untuk menangkap pelaku tindak kriminal, DFI juga mendapat kritik dari beberapa pihak. Alasannya adalah karena temuan ini dapat disalahgunakan oleh negara-negara otoriter yang mungkin menggunakannya sebagai alat penindasan untuk mengidentifikasi demonstran-demonstran anonim.


2. Google Glass

photo credit: Edgy Labs

Google Glass merupakan sebuah teknologi ciptaan Google yang berupa kacamata pintar. Perangkat ini menampilkan informasi dalam format seperti smartphone yang dapat terhubung ke Internet melalui perintah suara. Google Glass juga dilengkapi dengan fungsi mengambil foto cukup dengan perintah suara, merekam video, dan mengenali wajah seseorang hanya dengan memandang.

Namun, kecanggihan teknologi ini malah dapat membawa bahaya karena fitur-fiturnya dianggap seperti alat mata-mata. Dilansir dari sejumlah media internasional, beberapa restoran bahkan melarang penggunaan Google Glass karena dirasa menginvasi privasi pelanggan. Selain itu, banyak yang menentang pemakaian perangkat ini dengan alasan dapat merusak sistem penglihatan.


3. Printer 3D

photo credit: PCMag

Pada dasarnya, printer 3D adalah mesin pencetak yang dapat membuat benda padat 3 dimensi yang berasal dari desain digital. Benda-benda yang dicetak dari mesin ini pun dapat disentuh dan memiliki volume. Seiring berjalannya waktu, printer 3D semakin mudah diperoleh, harganya pun juga kian terjangkau.

Sayangnya, dengan semakin mudah perangkat ini didapatkan, semakin mudah juga akses orang-orang tidak bertanggung jawab menggunakannya. Jika akses semakin mudah, maka bisa saja muncul pihak yang membuat senjata atau benda-benda berbahaya lainnya dengan printer 3D.


4. System Neuromorphic Adaptive Plastic Scalable Electronics (SyNAPSE)

photo credit: fyens.dk

Defense Advanced Research Projects Agency's (DARPA) bersama dengan IBM, perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat, menciptakan sebuah sistem yang diberi nama Systems of Neuromorphic Adaptive Plastic Scalable Electronics (SyNAPSE). Secara umum, SyNAPSE merupakan sebuah chip yang dapat meniru sistem kerja otak manusia. Dilansir dari beberapa media, sistem ini hanya berukuran sebesar perangko dengan konsumsi daya 70 miliwatt. SyNAPSE memiliki 1 juta ‘saraf’ dengan 256 juta sinapsis dan 4.096 inti yang disusun secara pararel.

Tujuan dari SyNAPSE adalah untuk menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya menganalisis informasi yang kompleks dari model sensorik, tapi juga menghubungkan kembali interaksi dengan lingkungan secara dinamis. Namun, eksistensi sistem ini dapat menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia. Bayangkan saja, jika teknologi ini dibuat sedemikian rupa menyerupai otak manusia, bukan tidak mungkin mereka bisa menyerang balik para penciptanya, kan?


5. Waymo: mobil tanpa kemudi

photo credit: electrek.co

Selain Google Glass, Google juga menciptakan teknologi canggih lainnya yang berbentuk mobil. Berbeda dari mobil-mobil pada umumnya, teknologi yang dinamai Waymo ini tidak memiliki kemudi. Kendaraan ini didesain demikian dengan tujuan untuk diaktifkan saat ada keadaan darurat. Pada awal November 2017 lalu, untuk pertama kalinya Waymo dites di jalan raya Phoenix, Arizona.

Walaupun harus diakui kecanggihannya, sebuah otomatis tentunya berpotensi besar untuk menimbulkan bahaya. Sehebat apa pun teknologi yang telah dirancang, ciptaan manusia bisa saja mengalami eror atau kesalahan teknis. Apabila kesalahan tersebut terjadi saat mobil tersebut sedang berada di jalan raya tanpa kendali seseorang, kecelakaan bisa saja terjadi. Dari kecelakaan, tidak menutup kemungkinan akan adanya korban jiwa.

BACA JUGA


Inovasi Teknologi Smartphone Terbaru yang Pasti Bikin Kamu Tercengang. Ada yang Bisa Buat Berkebun Loh!

Inovasi Teknologi Smartphone Terbaru yang Pasti Bikin Kamu Tercengang. Ada yang Bisa Buat Berkebun Loh!

Setiap saat perkembangan teknologi dan gadget semakin pesat dengan inovasi-inovasi terbarunya

Read more..

Pada akhirnya, baik atau buruknya teknologi yang semakin canggih bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya. Jika manusia tidak menggunakannya dengan bijak dan sebaik mungkin, maka mungkin saja 'mereka' akan berbalik menyerang penciptanya. Jangan sampai kamu menyalahgunakan teknologi ya, Sahabat Trivia!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ngeri, 5 Temuan Teknologi Canggih Ini Bisa Berpotensi Jadi Bahaya Besar Jika Disalahgunakan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tasha Pribadi | @tashapribadi

Silahkan login untuk memberi komentar