Wawancara Trivia: Mengenal Wendy Pratama, CEO lingkaran yang Jatuh Bangun di Usia Muda. Bukti Millennial Bisa Lakukan Apa pun!

Wawancara Trivia: Mengenal Wendy Pratama, CEO lingkaran yang Jatuh Bangun di Usia Muda. Bukti Millennial Bisa Lakukan Apa pun!

569
Wendy telah berhasil menjawab kebutuhan banyak orang terutama anak muda dalam dunia karier, pendidikan, dan lain sebagainya melalui lingkaran.

Wendy Pratama adalah CEO dan Headmaster dari lingkaran. Di usianya yang masih 27 tahun tentu terbilang muda untuk sukses sebagai seorang CEO. Wendy telah berhasil menjawab kebutuhan banyak orang terutama anak muda dalam dunia karier, pendidikan, dan lain sebagainya melalui startup yang ia bangun.

Bukan hal yang mudah untuk bisa betahan dan konsisten dalam mengembangkan bisnisnya. Pernah suatu masa Wendy justru nyaris menyerah dan berhenti dengan usahanya yang ia bangun. Tapi, kegigihannya membawa ia menjadi salah satu anak muda yang semangatnya patut dicontoh.

Beberapa waktu lalu, Trivia akhirnya dapat bertemu dan berbincang seru nih dengan Wendy Pratama. Nah, langsung saja yuk kenalan dengan Wendy dan simak perjalanannya dalam membangun startup hingga sukses seperti sekarang ini!


Siapa sih Wendy Pratama dan lingkaran?

Wendy Pratama lahir di Jakarta, 14 Agustus 1990. Awal membangun lingkaran bersama dengan 5 orang kawannya. Wendy yang merupakan seorang lulusan arsitek ini awalnya ingin merenovasi rumah atas keinginan orang tuanya. Jadilah ia tergerak menghasilkan sesuatu dari apa yang sudah ia pelajari selama ini. Akhirnya ia mencoba untuk mendesain rumahnya namun ketika desain sudah jadi, ia merasa bingung harus mulai dari mana.

“Saya harus mulai dari mana ya konstruksinya? Semen saya butuh berapa ya? Dan lain sebagainya itu saya tidak dapatkan saat kuliah selama 5 setengah tahun. Ketika itu yang saya pikirkan bukan bagaimana cara membangun rumahnya, tapi saya memikirkan masalahnya. Akhirnya saya mulai diskusi dengan lingkaran dekat saya dan menemukan fakta bahwa, hal itu merupakan common problem, ada missing gap dari apa yang kita dapatkan di kampus dan di dunia profesional.”

Lingkaran terdekat Wendy ternyata membuka matanya bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi oleh banyak orang. Hal itu membuatnya tergerak untuk memberikan alternatif dan menjembatani celah tersebut.

“Akhirnya, terbentuklah Lingkaran yang mengatasi masalah dari missing gap tadi. Sekarang si Lingkaran ini lebih ke kreatif dan entrepreneurship. Nama Lingkaran itu sendiri, ya karena saya memulainya dari lingkaran terkecil saya dulu. Lingkaran itu juga menjadi simbol atau menjadi representasi dari komunitas, which is kita merupakan community base yang mengajak orang-orang untuk bergabung besama kita.” Tambahnya.


Nih, buku dan film kesukaan Wendy

hdfootagestock

Meski tak suka baca buku, namun salah satu buku yang hingga kini masih terngiang dan berhasil ia baca hingga akhir adalah buku karya Austin Kleon yang berjudul Show Your Work! dan Steal Like an Artist. Menurutnya, buku tersebut adalah buku yang cocok dibaca dan dinikmati oleh banyak kalangan.

Wendy mengaku lebih suka mendengarkan musik atau bermain musik. Selain doyan dengar musik dan bermain musik, menonton film adalah salah satu hal yang Wendy sukai. Ketika tim Trivia bertanya film apa yang ia sukai, dengan cepat Wendy menjawab,

“Series Before Sunrise, Before Sunshine, Before Midnight, dan Eternal Sunshine of The Spotless Mind!”

Ketika ditanya alasannya, tampak wajahnya membayangkan kembali adegan-peradegan dari film-film tersebut seraya mengucapkan alasannya, bahwa film tersebut satir namun cantik!

“Apa ya, satir tapi bagus, kayak cantik tapi sedih. Menariknya (film itu) tampak cantik namun sedihnya bisa menceritakan emosi secara utuh gitu.”


Wendy Pratama ternyata memiliki kebiasaan buruk dan baik masa kecil yang masih terbawa hingga dewasa

Okezone Lifestyle

Meski sudah bisa dikatakan kalau Wendy Pratama menjadi salah satu anak muda yang dapat menjadi panutan, ternyata seorang Wendy juga memiliki kebiasaan buruk loh! Tapi, ada juga kok kebiasaan baiknya yang bikin kamu justru makin kagum dan jadi lupa sama kebiasaan buruknya nih. Wendy Pratama mengaku bahwa ia bukanlah orang yang bisa bangun pagi dari kecil hingga sekarang. Makanya, kegiatan di kantor juga sering sekali mulai agak siang hari.

Namun, di balik kebiasaan buruknya tersebut, Wendy merupakan sosok yang sangat suka melakukan observasi terhadap hal-hal yang kecil di sekitarnya. Menurutnya, melalui hal-hal kecil itulah ia bisa menemukan hal-hal besar.

“Kebiasaan buruk, susah banget bangun pagi sebenernya. I’m not a morning person, actually! Jadi, kantor juga sebenarnya start-nya agak siang. Kalau kebiasaan baik, apa ya? Saya suka observe banyak hal, even hal kecil sekali pun. Menurut saya, small things matters.” Pungkasnya.


Jatuh bangun perjuangan Wendy dalam membangun startup pun ia lewati

fransiscangela

Cowok yang ternyata suka banget sama mata pelajaran matematika dan fisika pada zaman SMA ini ternyata mengalami juga loh jatuh bangun dalam membangun usahanya. Pria asal Jakarta yang telah lulus kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini bahkan pernah merasa ingin menyerah dengan semua usaha yang sudah ia lakukan sejak 2014 lalu.

“Dulu saya berenam membangun Lingkaran. Kemudian saya tinggal sendiri sekarang karena orangnya pada ‘cabut’. Lalu, ada satu momen dimana antara 2014 ke 2015 ketika saya dan kawan-kawan sedang meeting untuk suatu project tahun depan, entah kenapa beberapa teman saya memutuskan untuk resign.”Ujarnya.

Kepergian teman-temannya tersebutlah yang membuatnya ragu untuk terus melanjutkan usahanya.

BACA JUGA


Anjing Choi Siwon Super Junior Gigit CEO Restoran Sampai Tewas. Sama Seperti Siwon, Deretan Selebriti Korea Ini Pun Akrab dengan Anjingnya!

Anjing Choi Siwon Super Junior Gigit CEO Restoran Sampai Tewas. Sama Seperti Siwon, Deretan Selebriti Korea Ini Pun Akrab dengan Anjingnya!

Si ganteng Choi Siwon belakangan ini sedang menjadi perhatian dunia. Bukan karena drama terbarunya, melainkan karena anjing peliharaanya ...

Read more..


Keputusan teman-teman Wendy ini cukup mengagetkan dan membuatnya sedikit kehilangan percaya diri untuk maju terus bersama startup yang dirintisnya

“Akhirnya saya tinggal berdua dengan teman saya, itu pun dia part time saja di Lingkaran. Saya merasa keadaan itu adalah titik terendah saya. Apa saya harus lanjutin atau saya kuliah saja ya? Apa saya kerja di tempat lain saja ya? Atau saya bisnis lain saja ya? Akhirnya, dalam waktu 1 bulan saya keluar dari daily zone dan lebih bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya apa sih yang saya inginkan?” Kenangnya.

Namun, setelah peperangan batin yang dialami hingga ingin menyerah, akhirnya Wendy mendapatkan kabar kalau salah satu mentor lingkaran berhasil membuat anak didiknya membangun bisnis-bisnisnya. Sejak itu Wendy merasa bahwa apa yang ia lakukan ternyata sudah benar dan ada hasilnya. Informasi tersebut membuat Wendy percaya diri untuk membangun Lingkaran lagi dari awal.


Hal yang perlu millennials sontek dari Wendy Pratama adalah rasa ingin terus belajar

lingkaran

Belajar menjadi salah satu hal yang hingga kini terus dilakukan oleh Wendy Pratama. Menurutnya, belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Belajar dari media apa saja, di mana saja, dan kapan saja ini membuat seseorang bisa lebih peduli dengan keadaan sekitarnya. Baik hal yang besar atau hal-hal kecil sekali pun. Apalagi, teknologi dan informasi kini sedang menjadi primadona dunia. Maka, manfaatkanlah kecanggihan teknologi untuk dapat belajar dengan maksimal.

“Dari belajar itulah saya jadi dapat insight, dapat contoh, dapat bocoran, sehingga dari situ kita bisa dapat hal-hal yang menarik dan kreatif yang nantinya akan menjadi ide untuk menghasilkan sebuah karya.”


Sebagai bagian dari generasi millennials, Wendy juga memiliki pesan mendalam nih buat kamu yang ingin memulai bisnis

Instagram @wndprtm
“Saya juga bagian dari generasi millennials sih sebenarnya. Jadi, apa ya? Hm, sekarang itu era-nya informasi kan. Kalau dulu era industrial, kalau sekarang era informasi. Segala hal yang berharga di dunia ini tuh informasi.” Ungkapnya.

Menurut Wendy, Segala hal bisa dijual mahal karena punya informasi dan data. Namun, informasi juga membuat banyak orang jadi merasa privasinya hilang, pencintraan diri jadi sebegitu pentingnya, sampai banyak sekali hoax yang ada. Jadi, dari semua hal tersebut Wendy pun berpesan, semoga generasi millennials ini dapat memilah dan memproses informasi apa yang memang benar-benar dibutuhkan.

“Jadi, lebih kepada bagaimana kita memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh dunia, seperti teknologi, digital, dan lain sebagainya. Tapi, in the end tergantung dari bagaimana kita as human being, apa yang kita ingin serap dari segala yang disediakan oleh dunia tersebut.” Jelasnya.

Selain itu, untuk generasi millennials yang kini sedang membangun bisnisnya, ada pesan mendalam juga nih dari Wendy Pratama,

“Pertama, yang pasti sih harus fleksibel karena dari sana kamu bisa dengan mudah mengembangkan inovasi dan kreativitas. Kemudian yang kedua, gabungkan antara data dan empati. Kamu harus tahu dan memahami klien kamu siapa. Lalu, kolabrasi karena sekarang bukan zamannya kompetisi, tapi kolaborasi. Terakhir, persisten. Kalau kata teman saya, saya tuh harus jadi kecoa, soalnya kalau suatu negara dinuklir, cuma kecoa yang masih bertahan hidup. Meski sering terbalik, kecoa masih bisa bangkit lagi.” Pesan Wendy untuk millennials yang sedang mencoba membangun bisnisnya.

BACA JUGA


Wow, Gaji Elon Musk Bisa Capai Satu Triliun Rupiah. Gaji 5 CEO Dunia Ini Juga Bikin Melongo Loh!

Wow, Gaji Elon Musk Bisa Capai Satu Triliun Rupiah. Gaji 5 CEO Dunia Ini Juga Bikin Melongo Loh!

Kalau gajinya para CEO itu dibeliin seblak, kira-kira dapat berapa ya

Read more..

Bukan hal yang mudah bagi anak muda seperti Wendy untuk bisa bertahan dan berjuang dalam membangun suatu bisnis yang kini ia tekuni. Ada banyak rintangan silih berganti menghantuinya. Mulai dari satu persatu kawan seperjuangan menyerah membangun bisnis bersama, hingga Wendy pun merasa ingin menyerah juga. Namun, ternyata perjuangan yang ia lakukan membuahkan hasil. Sosok Wendy Pratama yang merupakan seorang CEO dan Headmaster lingkaran ini membuktikan bahwa millennials juga bisa loh menjadi seorang yang sukses di usia muda seperti Wendy Pratama!

BACA JUGA


Kisah Isman Usman tentang Harry Potter. CEO 'Ruang Guru' Ini Mengaku Kesuksesannya Sekarang Berawal dari Kegemarannya pada Harry Potter

Kisah Isman Usman tentang Harry Potter. CEO 'Ruang Guru' Ini Mengaku Kesuksesannya Sekarang Berawal dari Kegemarannya pada Harry Potter

Hobi membaca buku? Sering dipanggil kutu buku? Well, guru kita pasti mengatakan bahwa membaca akan membawa kita menuju kesuksesan. Do you ...

Read more..


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wawancara Trivia: Mengenal Wendy Pratama, CEO lingkaran yang Jatuh Bangun di Usia Muda. Bukti Millennial Bisa Lakukan Apa pun!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Trivia | @triviaid

Real stories of real life people

Silahkan login untuk memberi komentar